muhasabah

terbujur di pembaringan

tiada daya dalam dekapan

renungi dan menikmati karunia dari Ilahi tentang arti kesehatan hakiki

tiada guna penyesalan

tuai ibrah dari kejadian

hanyalah kelalaian yang akan menyesatkan

segala perbaikan harus dilakukan

Allah, tiada daya dan kekuatan hanyalah Dirimu Yang Kuasa

Allah, sucikan daku dari dosaku atas keampunanMu

sejenak ku berbalik pandang

seuntai goflah dan kesombongan

dalam benak hidupku tiada lain karenaMu akhirnya kuterpaku dalam pilu

Allah, ampuni daku dengan rahmatMu yang luas membentang tak berliku

Allah, sabarkan daku dengan kasihMu karena kuyakin tak akan sabar

……….. (SP)

Leave a comment »

sampah parpol diapakan?

tumpukan spanduk, poster, bambu, kayu, baliho, yang kemarin dipake kampanye partai politik dimanakan ya. boleh nggak ya buat mereka yang biasa mencari sampah agar bisa nambah dapur ngebul?
jika hanya numpuk di gudang-gudang kpu atau poltabes, nanti malah dimakan “rayap” dan tidak jadi bermanfangat. kira-kira apa ya alternatif terbaik pengelolaan sampah parpol tersebut. mumet dah mikirin yang nggak begitu jelas arahnya :(.
semoga bangsa ini menjadi lebih baik, semakin baik, dan aman sejahtera sensausa sepanjang zaman…..

Leave a comment »

Bukalah mata hati

Bukalah mata hati
Untuk melihat yang sejati
Segala di dunia bisa menyesatkan kita
Dengar bisik nurani
Sehingga diri terkendali
Perbuatan kita, pikirkanlah akibatnya
Jauhkan dirimu dari iri dan dengki
Hanya kebencian yang akan kau dapati
Hindarkan dirimu dari rasa curiga
Permusuhan akan jadi sumber bencana
Tak akan lama hidup kita di dunia
Kasihi sesama itu lebih berguna
…. (Snada)

Leave a comment »

Orang Yang Tidak Melakukan Shalat

Orang Yang Tidak Melakukan Shalat:
Subuh: Dijauhkan cahaya muka yang bersinar
Dzuhur: Tidak diberikan berkah dalam rezekinya
Ashar: Dijauhkan dari kesehatan/kekuatan
Maghrib: Tidak diberi santunan oleh anak-anaknya
Isya: Dijauhkan kedamaian dalam tidurnya

Leave a comment »

Mati lagi mati lagi, mati lampu lagi

. Malam menunjukkan pukul 22.30 saat melintasi jalan kampung menuju tempat tinggal saya. Tidak seperti biasa yang ramai orang dan terang benderang. Kemarin malam lampu jalan tidak satu pun menyala. Rumah-rumah tanpa cahaya, bahkan nyala lilin tidak tampak dari jalan. Orang dan kendaraan yang melintas pun seolah sudah habis, hanya terdengar suara motor yang saya kendarai. Rasa khawatir sempat hinggap karena dari ujung ke ujung gang tidak ada seorang pun terlihat.
. Saya pun berpikir, apakah seperti ini rasanya sekitar 30 tahun lalu saat belum ada listrik. Gelap, dingin, dan sepi. Mau melajukan motor lebih cepat tapi bagaimana kalau tiba-tiba ada yang melintas di tengah gelap. Akhirnya berjalan pelan-pelan dan menikmati kesunyian yang mencekam selama sekitar 7-10 menit.
. Waktu perjalanan dari ujung gang ke ujung gang tersebut terasa lebih lama dari biasanya. Rasanya baru lega setelah sampai di ujung gang, tempat saya tinggal, simbah sudah menunggu di depan pintu gerbang. Beliau ditemani tetangga yang tinggal di komplek perumahan.
. Setelah memarkir motor, saya ngobrol sebentar dengan simbah. Ternyata mati lampu sudah sekitar satu jam sebelum saya pulang. Berarti sekitar pukul 21.30. Untunglah lampu emergency masih ada energi hasil isian yang terakhir jadi tidak bergelap-gelap sekali untuk bersiap-siap tidur.
. Nyaman sekali bisa merebahkan badan setelah satu jam berkendaraan. Karena kantuk belum begitu terasa, saya pun membaca dengan lampu seadanya. Saya jadi bertanya-tanya, kira-kira Perusahaan Listrik Negara alias PLN pernah melakukan koordinasi untuk pemadaman regional tidak ya.
. Muncul pertanyaan lagi, pernahkah PLN melakukan evaluasi waktu pemadaman listrik yang paling efektif dengan tingkat kerugian minimal bagi konsumen. Pernahkah PLN mengkaji ulang waktu pemadaman yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah. Andai hal itu dilakukan, mungkin pemadaman bergilir bisa lebih tepat waktunya, lebih merata, dan konsumen listrik tidak merasa dirugikan dari segi produktivitas kerja.
* Tapi, semua itu hanya sebatas pertanyaan yang mengendap di kepala yang kemudian ditulis, dan semoga ada pejabat PLN yang ikut membacanya untuk direalisasikan. *

Leave a comment »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Leave a comment »